KRITIK TERHADAP ADAT MASYARAKAT YANG BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM YANG DIKEMAS DALAM SEBUAH KISAH BERJUDUL DI BAWAH LINDUNGAN KA'BAH

-
“Cinta adalah jiwa. Antara cinta yang sejati dan jiwa tak dapat dipisahkan, cinta pun merdeka sebagaimana jiwa. Ia tidak memperbedakan antara derajat dan bangsa, kaya dan miskin, mulia dan papa.”
- Buya Hamka


Hamid, pemuda yatim yang miskin, menaruh hati mendalam terhadap teman sepermainannya yang kaya dan rupawan, Zainab.


Sayang, perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi menjadi penghalang bagi cinta yang tersimpan dilubuk hati Hamid dan Zainab.


Menginsafi perbedaan terjal yang tegak di hadapan mereka, Hamid lebih memilih merelakan cintanya dan menuruti permintaan ibunda Zainab, Mak Asiah, untuk melunakkan hati Zainab menikahi pemuda lain.


Bagai raga tanpa jiwa, Hamid melarikan remuk redam hatinya ke tanah suci, Mekkah.

Ia berharap sudilah kiranya Sang Pemilik jiwa, Allah SWT, berkenan membasuh luka hati dengan kasih sayang Nya Bagaimanakah nasib Zainab setelah ditinggal pergi sang pemuda pujaan, Hamid?

Akankah takdir menyatukan cinta yang terserak dalam sebuah ikatan suci?

Ikuti pelik perjuangan cinta sejati dua sejoli dalam sebuah karya fenomenal, Buku Di Bawah Lindungan Kabah, dari sang legenda indonesia, Hamka.

Tentang Penulis

Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka lahir di Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908. 

Ia adalah putra tertua dari tujuh bersaudara.  Dididik dalam keluarga Muslim, ayahnya adalah Abdul Karim Amrullah, seorang ulama pembaharu Islam di Minangkabau. 

Ibunya bernama Siti Shafiyah, berasal dari keluarga seniman asal Minangkabau. 

Sebelum mengenyam pendidikan formal, Hamka lebih dulu tinggal bersama neneknya di selatan Maninjau. 

Lalu, saat ia berusia enam tahun, Hamka pindah untuk tinggal bersama ayahnya di Padang Panjang. 

Sesuai dengan tradisi Minang, Hamka harus belajar Al-Qur'an dan tidur di masjid dekat rumah keluarganya. 

Setelah itu, pada 1915, Hamka mendaftar di SMKA Sultan Muhammad, sekolah di mana ia belajar mengenai ilmu pengetahuan umum. 

Dua tahun setelahnya, ia bersekolah di Sekolah Diniyah. Kemudian pada 1918, ayahnya mendaftarkan Hamka di Thawalib Sumatera. 

Karena merasa tidak puas dengan kondisi pendidikannya saat itu, ia sering mengunjungi perpustakaan yang dikelola oleh salah satu gurunya, Afiq Aimon Zainuddin.

Hamka kerap membaca buku-buku yang mengulas tentang Jawa Tengah. Akibatnya, ia pun berkeinginan untuk pindah ke Jawa.  Setelah empat tahun sekolah, pada 1922, Hamka pindah ke Parabek untuk belajar di bawah asuhan Aiman Ibrahim Wong.

Setelah satu tahun berada di Jawa, ia kembali ke Padang Panjang pada Juli 1925. Di sana ia menulis majalah pertamanya bertajuk Chatibul Ummah yang berisikan tentang kumpulan-kumpulan pidato yang ia dengar di Surau Jembatan Besi. 

Pada 1927, Buya Hamka memutuskan untuk pergi ke Mekah. 

Selama di Mekah, Buya Hamka belajar mengenai bahasa Arab. 

Di Mekah inilah ia bertemu dengan Agus Salim, salah seorang jurnalis juga. 

Setelah bertemu dengan Salim, Hamka diberi saran untuk lebih baik kembali ke Indonesia dan mengembangkan kariernya di sana. 

Akhirnya, Hamka memutukan untuk kembali ke Indonesia setelah tujuh bulan berada di Mekah.  Namun, Hamka tidak kembali ke Padang Panjang, melainkan ke Medan.

Hamka bekerja sebagai penulis di Majalah Pelita Andalas.  Namun, setelah ia menikah dengan Siti Rahim, Hamka lebih aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah. 

Karena kegigihannya di Muhammadiyah, Hamka diangkat menjadi Ketua Muhammadiyah cabang Padang Panjang. 

Selanjutnya, pada masa pendudukan Jepang, tahun 1944, Hamka dipercaya menjadi anggota Majelis Darurat yang menangani masalah pemerintahan dan Islam. 
-

Daftar Isi

-

Spesifikasi Buku

-
Judul : Di Bawah Lindungan Ka'bah

Penulis : Buya Hamka

Penerbit : Gema Insani

Ukuran : 14.5 x 20.5 cm

Sampul : Soft Cover

Tebal : 100 Halaman

ISBN : 978-602-2504-21-4

Kenapa Anda Harus Memiliki Buku Ini?

Buah karya dari ulama sekaligus sastrawan Haji Abdul Karim Abdullah atau Buya Hamka. Buku klasik ini memberikan kritik terhadap adat masyarat yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Kisah Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Buya Hamka ini telah diadaptasi menjadi film layar lebar sebanyak dua kali.
Meskipun Kisah Dibawah Lindungan Ka'bah ini tergolong singkat, namun kisah yang sangat singkat ini dapat menyentuh hati Anda sebagai pembaca.
Konflik yang diangkat dalam kisah ini memberikan kritik atas adat masyarakat yang bertentangan dengan ajaran Islam. Secara keseluruhan, ini adalah kisah cinta singkat yang sedih, tulus, dan sangat menarik. Buku ini sangat cocok bagi anda yang ingin membaca kisah sederhana yang berkesan.
Gaya bahasanya sederhana, tapi indah. Gaya bercerita Hamka mampu memberikan kesan yang mendalam, sehingga membekas di benak Anda sebagai pembaca.

Berapa Harga Untuk Buku Ini?

Berapa Harganya?

298.000

Untuk Hari ini Saja!!


DISKON 50%



Hanya 149 Ribu



Promo akan berakhir dalam :

13JAM
39MENIT
22DETIK

SEGERA PESAN SEKARANG KARENA PROMO TERBATAS DAN AKAN BERAKHIR TANPA ADA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DULU!!

-

Testimoni Pelanggan Kami

-
-

Garansi dan Pengiriman

Semua buku di Toko Kami ORIGINAL 100% (ASLI/LANGSUNG DARI PENERBIT).
Apabila Buku yang anda beli ternyata PALSU/KW/REPRO/FOTO COPY uang anda Kami kembalikan 100%.
FREE Packing menggunakan lapisan kardus/Buble Wrap. Pesanan Anda diapastikan rapi dan aman.
Pesanan bisa dikirim dulu ( COD ), boleh bayar nanti saat buku ini sampai di tempat Anda.
Resiko pengiriman Kami tanggung, jika barang tidak sampai atau rusak.
Boleh retur apabila ada produk yang cacat atau tidak sesuai gambar. Ongkir retur bolak balik Kami Ganti.
Order dan pembayaran sebelum jam 12 Siang, pesanan Anda dikirim di hari yang sama.

Yuk Beli Buku Sambil Wakaf Supaya Kebaikannya Terus Mengalir!

Coba bayangkan saat kita membeli ikan, kemudian mendapatkan hadiah kolamnya.


Coba bayangkan saat kita membeli satu butir kelapa kemudian mendapatkan hadiah pohonnya.


Dan coba bayangkan saat kita membeli sebuah baju, kemudian dihadiahi tokonya.


Mungkin ini seperti mustahil.


Ya, sangat mustahil.


Namun percayakah Anda..?

Dengan membeli buku di toko Kami, selain mendapatkan buku yang dibutuhkan, Anda pun ikut membantu menyiapkan generasi Qurani secara otomatis.

Karena sebagian keuntungan bersih penjualan buku ini akan dipakai untuk Pembebasan lahan dan pembangunan Pesantren Darul Maula yang memberikan pelayanan GRATIS kepada seluruh santrinya.

Sehingga Anda menjadi bagian dari pemilik saham kebaikan yang Kami kembangkan.
-
-
-
-
-
-
Jadi tunggu apalagi...???

Segera miliki buku ini...!!!
-
Lalu persiapkan diri Anda dalam menjalani kehidupan dengan taburan kebahagiaan.

Karena apa yang telah Anda keluarkan, cepat atau lambat akan menjadi sumber mata air kebahagiaan yang berlimpah...

Semoga berbahagia selalu. Aamiin