Pernah merasa bersalah hanya karena ingin menjaga jarak?
Seolah setiap langkah untuk melindungi diri selalu dibayangi rasa dosa, padahal hatimu sudah terlalu lelah untuk terus bertahan?
Buku Cut Off Bukan Durhaka karya Allan Fadlansyah membuka ruang yang selama ini jarang dibicarakan.
Tentang luka yang tumbuh diam-diam di rumah sendiri.
Tentang rasa sesak yang tidak selalu terlihat, tapi terus terasa hingga dewasa.
Tentang dilema antara berbakti dan tetap waras sebagai manusia.
Melalui tulisan yang jujur dan menyentuh, kamu diajak memahami bahwa menjaga jarak bukan berarti membenci.
Bahwa cut-off bukan keputusan hitam putih, melainkan spektrum yang lahir dari kebutuhan untuk pulih.
Buku ini seperti teman yang tidak menghakimi, yang perlahan membantu kamu mengurai rasa bersalah yang selama ini kamu pendam.
Bayangkan jika kamu bisa hidup tanpa terus dihantui rasa bersalah saat memilih dirimu sendiri.
Kamu mulai memahami batasan, berani berkata cukup, dan tidak lagi kehilangan diri hanya demi memenuhi ekspektasi yang melukai.
Buku ini bukan tentang melawan orang tua. Ini tentang berdamai dengan luka, memahami diri, dan menemukan kembali ruang aman dalam hidupmu.
Jika selama ini kamu merasa memilih dirimu adalah kesalahan, mungkin inilah saatnya melihat dari sudut yang berbeda.
Miliki sekarang, dan mulai perjalanan untuk pulih tanpa harus merasa menjadi orang yang bersalah.