MENGAPA KEPERCAYAAN ADAT AKHIRNYA MESTI DISELARASKAN DENGAN AGAMA RESMI? TEMUKAN KEBENARANNYA DALAM "KITAB KEHIDUPAN" INI

-
Bisri Effendy, seorang santri, jurnalis, peneliti LIPI, dan juga dianggap sebagai guru riset para aktivis NU kultural itu telah wafat pada 17 Agustus 2020.


Namun, hasil kerja kerasnya selama hidup tetap abadi.


Ia mendirikan Yayasan Desantara yang hingga kini masih dijalankan oleh sejawatnya dan mempublikasikan banyak hasil riset dan ide yang cemerlang, termasuk buku ini.


Buku ini berbicara tentang persilangan agama, politik, dan kebudayaan, namun tilikannya yang tajam mengungkap hal-hal yang hampir tak tersentuh oleh penulis lain.


Ia berbicara persoalan-persoalan yang dialami oleh agama lokal, tradisi rakyat, kebudayaan daerah dalam tekanan yang diberikan oleh otoritas tertinggi (perselingkungan antara pemerintah dengan agamawan) hingga coraknya yang khas kini menjadi hilang sama sekali.



Lelaki asal Jember itu termasuk berani.


Ia, misalnya, mengungkap ‘derita’ yang dialami oleh agama lokal, seperti Bissu, Totalang, Parmalim, Samin, Tengger, Sunda Wiwitan, Wektu Telu, Bodhe, Kaharingan, dan lain semacamnya ketika proses Islamisasi dijalankan oleh para wali atau Kristenisasi yang diprakarsai oleh misionaris Barat.


Dalam proses itu, para agamawan menggunakan mesin negara untuk menindas agama lokal.


Puncaknya, pada era Orde Baru, pemerintah secara resmi membuat kategori agama resmi (agama negara) dan agama tak resmi (agama lokal).


Jelas, agama resmi yang ‘menang’.


Karena itu, tradisi, kebudayaan, dan kesenian lokal yang tidak sejalan dengan agama resmi dipaksa untuk ‘diselaraskan’.


Sehingga, sekarang kita benar-benar tidak menemukan kebudayaan daerah dalam bentuknya yang asli, kecuali yang telah ‘distabilkan’ oleh negara (yang bekerja sama dengan agamawan atau ormas).

Sekilas Tentang Penulis

Bisri Effendy, lahir di Jember pada 14 Maret 1953.

Selain aktif di LIPI sebagai peneliti kebudayaan, beliau juga aktif di beberapa LSM kebudayaan, termasuk antara lain Desantara dan Asosiasi Tradisi Lisan.

Mengikuti program pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) di bidang sasatra dan proggram doktoral di program bahasa dan kebudayaan Leiden University.
-

Daftar Isi

-
-

Spesifikasi Buku

-
Judul : Kitab Kehidupan

Penulis : Bisri Effendy

Penerbit : IRCiSoD

Ukuran : 13 x 19 Cm

Tebal : 230 Halaman

Sampul : Soft Cover

ISBN : 978-623-5348-41-4

Kenapa Anda Harus Memiliki Buku Ini?

Kitab kehidupan ini akan membahas persilangan antar Agama, Politik, dan Kebudayaan secara umum maupun khusus. Melalui kecermatannya, penulis berhasil mengungkap hal-hal yang hampir tak tersentuh oleh penulis lain.
Berbicara tentang perbedaan agama, ialah hal yang berbau sensitif, apalagi jika dibenturkan dengan kebudayaan setempat yang dipercayai secara turun temurun. Melalui kita akan diajarkan bagaimana menyikapi perbedaan tersebut.
Buku ini menganalisa, bagaimana keterikatan sebuah agama terhadap budaya yang dipercayai oleh masyarakat.
Buku ini lahir dari keberanian penulis, Bisri Effendy. Beliau mengungkap derita yang dialami oleh agama lokal, seperti Bissu, Totalang, Parmalim, Samin, Tengger, Sunda Wiwitan, Wektu Telu, Bodhe, Kaharingan, dan masih banyak lagi.

Berapa Harga Untuk Buku Langka Ini?

Berapa Harganya?

338.000

Untuk Hari ini Saja!!

DISKON 50%



Hanya 169 ribu



Promo akan berakhir dalam :

1JAM
15MENIT
15DETIK

SEGERA PESAN SEKARANG KARENA PROMO TERBATAS DAN AKAN BERAKHIR TANPA ADA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DULU!!

-

SEBAGIAN KEUNTUNGAN AKAN DIGUNAKAN UNTUK

AKTIFITAS SOSIAL DAN DIWAKAFKAN PADA YANG BERHAK

MEMBELI SAMA DENGAN BERWAKAF

Garansi dan Pengiriman

-
Bisa COD / Bayar Di Tempat
Malas ke ATM dan tidak Punya Internet Banking..? atau Anda lebih nyaman bayar ketika barang sudah sampai? Tenang.. dengan berbelanja di toko kami, Anda bisa membayarnya setelah barang sampai alias COD. Transaksi Dijamin 100% AMAN!
-
Garansi Uang Kembali
Apabila barang yang di terima cacat / rusak / tidak sesuai gambar / tidak sesuai pesanan, bisa dikembalikan / direturn. Dan Garansi 100% Uang Kembali, jika barang tidak sampai.