MENCARI KEBENARAN YANG LEBIH BENAR DAN KEBIJAKSANAAN YANG LEBIH BIJAKSANA MENGENAI COVID-19

-
Tahun 2020-2021 adalah tahun yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Dunia seakan diejek, dihina habis-habisan oleh hanya seekor "virus" corona.


Ditengah menyebarnya virus corona, Mbah Nun menulis buku ini sebagai refleksi tentang kecemasannya terhadap situasi nasional dan internasional akibat virus Corona.

Diawal buku, Mbah Nun sudah mewanti-wanti kalau dalam buku ini tidak memuat ilmu tentang seluk-beluk virus Corona, penjelasan biologisnya, dan sebagainya. Mbah Nun mempercayakan hal ini kepada mereka yang pakar di bidangnya.

Dengan bahasa yang bersahabat, Mbah Nun mengasumsikan pembacanya adalah jamaah Maiyah.


Bagi para jamaah Maiyah, buku ini bisa jadi pengobat rindu nasihat-nasihatnya Mbah Nun. Ada 50-an subjudul yang kental dengan nuansa spiritualisme.
Corona virus tidak punya kesalahan dan dosa apapun.


Ia bukan makhluk pikiran dan hati yang punya kemungkinan untuk berniat sesuatu, merancang kebaikan atau keburukan, menyatakan dukungan atau perlawanan atas kehidupan umat manusia di muka bumi.


Covid-19 bukan bagian dari Jin atau Manusia, yang di ujung zaman kelak harus mempertanggung jawabkan perilakunya di forum Hisab Allah.


Corona dipancing, dirangsang dan direkayasa sendiri oleh budaya manusia, oleh ilmunya yang angkuh, oleh pengetahuannya yang congkak dan oleh peradabannya yang penuh kibriya`.

@pustakacaknun
-

Sekilas Tentang Penulis

-
Emha Ainun Nadjib lahir di Jombang, Jatim, 27 Mei 1953. Dia adalah seorang budayawan multitalenta: penyair, esais, pegiat teater, pemusik, dan lain-lain.

Sebagai seorang penulis, Emha sangat produktif, telah menghasilkan puluhan buku. Di antara karya-karya emasnya yang diterbitkan Mizan adalah Dari Pojok Sejarah (1985), Seribu Masjid Satu Jumlahnya (1990), Secangkir Kopi Jon Pakir (1992), Markesot Bertutur (1993), Markesot Bertutur Lagi (1994), dan Slilit sang Kiai (2019).

Selain berkiprah di dunia tulis-menulis, Emha juga merupakan motor penggerak di balik kelompok musik Kiai Kanjeng dan pengajian komunitas Jamaah Maiyah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Daftar isi

-
-
-

Spesifikasi Buku

-
Judul : Lockdown 309 Tahun

Penulis : Emha Ainun Nadjib

Penerbit : Bentang Pustaka

Ukuran : 13 x 20 cm

Tebal : 260 halaman

Cover : Soft Cover

ISBN : 978-602-291-719-9

Kenapa Anda Harus Memiliki Buku ini?

Buku ini merupakan buah karya dari seorang budayawan multitalenta yakni Emha Ainun Nadjib.
Melalui buku ini, Emha Ainun Nadjib, membuka ruangnya untuk berbagi kegelisahan serta refleksi atas munculnya pandemi yang telah menguasai dunia.
Buku ini melibatkan banyak hal yang terjadi selama masa pandemi, dan menyinggung permasalahan terkait di dalamnya.
Jika biasanya Cak Nun menggunakan tokoh fiktif dalam bercerita, sekarang dalam buku ini Cak Nun menggunakan lingkaran sosial dirinya.
Buku ini bisa jadi pengobat rindu nasihat-nasihatnya Mbah Nun. Khususnya untuk jamaah Maiyah.
Meskipun berlabel sosial budaya, buku ini sarat dengan nuansa spiritualisme. Total ada 50 subjudul yang kental dengan nuansa spiritualisme.

Berapa Harga Untuk Buku ini?

Berapa Harganya?

Rp.338.000

Untuk Hari ini Saja!!

DISKON 50%



Hanya Rp 169rb



Promo akan berakhir dalam :

0JAM
28MENIT
28DETIK

SEGERA PESAN SEKARANG KARENA PROMO TERBATAS DAN AKAN BERAKHIR TANPA ADA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DULU!!

-

Sebagian keuntungan bersih diwakafkan untuk pembebasan lahan Pesantren Penghafal Al - Qur'an Gratis Darul Maula yang berlokasi di Limbangan Garut Jawa Barat

-
-
-
-
-
-

Garansi dan Pengiriman

-
Bisa COD / Bayar Di Tempat
Malas ke ATM dan tidak Punya Internet Banking..? atau Anda lebih nyaman bayar ketika barang sudah sampai? Tenang.. dengan berbelanja di toko kami, Anda bisa membayarnya setelah barang sampai alias COD. Transaksi Dijamin 100% AMAN!
-
Garansi Uang Kembali
Apabila barang yang di terima cacat / rusak / tidak sesuai gambar / tidak sesuai pesanan, bisa dikembalikan / direturn. Dan Garansi 100% Uang Kembali, jika barang tidak sampai.