MENGAPA MEKKAH DAN MADINAH MENJADI KOTA SUCI YANG TAK AKAN DILEWATI DAJJAL DI AKHIR ZAMAN? BUKU INI MENGUPAS SEJARAH KUNO DUA KOTA SUCI BERDASARKAN SUMBER OTORITATIF ISLAM

-
Mekkah dan Madinah, dua kota suci dan mulia umat Islam, memiliki sejarah panjang yang belum banyak terkuak, terutama pada era sebelum Islam atau zaman jahiliah.


Kebanyakan buku-buku tarikh dan sirah Nabi Muhammad lebih fokus kepada sosok dan ketokohan beliau, dari sejak lahir hingga wafat serta dakwahnya yang sangat sukses berikut berbagai keajaiban atau mukjizat yang mengikutinya.


Tidak banyak yang melihat dengan cermat aspek-aspek latar belakang, konteks, atau kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya pada saat itu, terutama di Mekkah dan Madinah.


Didasarkan pada sumber-sumber autentik, valid, otoritatif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, buku ini mengungkap secara detail dan komprehensif aspek-aspek tersebut dari era jahiliah hingga Islam.


Sumber-sumber itu tak hanya dari para sejarawan dan penyair Arab, tetapi yang paling penting dan paling autentik—menurut penulis buku ini—adalah ayat-ayat al-Quran dan riwayat sahih.


Banyak sekali riwayat dan informasi (khabar) yang tidak sahih dan kontradiktif, sehingga malah membuat sejarah Mekkah dan Madinah jadi kabur.


Buku yang kaya dengan rujukan ilmiah dan narasi yang mengalir enak ini membantu kita memahami secara lebih baik sejarah Islam dan Nabi Muhammad sejak awal dan dua kota suci tersebut. Menarik disimak.

Sekilas Tentang Penulis

Ahmad Ibrahim asy-Syarif ialah doktor dan pengajar sejarah Islam di sejumlah perguruan tinggi di Timur Tengah, di antaranya Universitas 'Ain asy-Syams, Mesir, dan Universitas al-Kuawit, Kuwait.


Telah menulis banyak buku bertema sejarah Islam, di antaranya al-'Alam al-Islami fi al-Ashr al-Abbasi, ad-Daulah al-Islmaiyah al-Ula, Dirasat fi al-Hadharah al-Islamiyah, Daur al-Hizaz fi al-Hayah as-Siyasiyah al-'Annahm dan Daulah ar-Rasul fi al-Madinah.

Tanggapan Pembaca Tentang Buku Ini

“Buku yang bagus, menyajikan sejarah Mekkah dan Madinah berdasarkan al-Quran, riwayat, buku-buku klasik, syair, dan buku-buku mutakhir. Referensinya sangat banyak, dan membuat Anda mempercayai penelitian ini.”

—Goodreads
-

Daftar Isi

-
-

Spesifikasi Buku

-
Judul : Mekah dan Madinah

Penulis : Dr. Ahmad Ibrahim asy-Syarif

Penerbit : alvabet

Ukuran : 15 x 23 cm cm

ISBN : 978-623-220-119-4

Halaman : 632 Halaman

Sampul : Hard Cover

Kenapa Anda Harus Memiliki Buku Ini?

Buku ini memaparkan sejarah kuno dua kota suci menurut sumber otoritatif Islam.
Dalam penulisan buku ini, informasi yang didapat berdasarkan sumber-sumber autentik, valid, dan otoritatif, menjadi salah satu literatur sejarah yang sangat penting perihal riwayat lengkap dua kota suci tersebut.
Buku ini kaya dengan rujukan ilmiah dan sejumlah informasi baru yang diramu dengan bahasa yang mengalir dan mudah dimengerti.
Sumber-sumber itu berasal tak hanya dari para sejarawan, penulis tarikh dan sirah, serta penyair Arab, tapi juga dari sumber paling penting dan autentik , yakni ayat Al-Qur'an dan riwayat shahih.
Buku ini sangat membantu kita memahami secara lebih dalam perihal riwayat dua kota suci umat Islam dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad Saw.

Berapa Harga Untuk Buku Ini?

Berapa Harganya?

458.000

Untuk Hari ini Saja!!


DISKON 50%



Hanya 229 Ribu



Promo akan berakhir dalam :

0JAM
52MENIT
51DETIK

SEGERA PESAN SEKARANG KARENA PROMO TERBATAS DAN AKAN BERAKHIR TANPA ADA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DULU!!

-

SEBAGIAN KEUNTUNGAN AKAN DIGUNAKAN UNTUK

AKTIFITAS SOSIAL DAN DIWAKAFKAN PADA YANG BERHAK

MEMBELI SAMA DENGAN BERWAKAF

Garansi dan Pengiriman

-
Bisa COD / Bayar Di Tempat
Malas ke ATM dan tidak Punya Internet Banking..? atau Anda lebih nyaman bayar ketika barang sudah sampai? Tenang.. dengan berbelanja di toko kami, Anda bisa membayarnya setelah barang sampai alias COD. Transaksi Dijamin 100% AMAN!
-
Garansi Uang Kembali
Apabila barang yang di terima cacat / rusak / tidak sesuai gambar / tidak sesuai pesanan, bisa dikembalikan / direturn. Dan Garansi 100% Uang Kembali, jika barang tidak sampai.