Di tengah otonomi daerah yang seharusnya memperkuat pembangunan, justru muncul kebingungan arah, tumpang tindih kebijakan, dan ketimpangan antara pusat dan daerah.
Banyak kebijakan berjalan tanpa panduan yang jelas, sementara masyarakat menanggung dampaknya. Negara terlihat hadir, tetapi sering kali salah urus.
Buku Negara Salah Urus karya Laode Ida mengajak pembaca memahami persoalan mendasar dalam hubungan pusat dan daerah di era otonomi.
Buku ini menyoroti bagaimana komunikasi yang lemah, pendekatan simbolis, dan minimnya panduan sistematis membuat daerah berjalan sesuai kepentingan elite politiknya, jauh dari tujuan pembangunan nasional.
Melalui refleksi tajam atas politik nasional, politik daerah, dan realitas sosial kemasyarakatan, buku ini membantu pembaca melihat bahwa otonomi daerah bukan soal kebebasan tanpa arah.
Pembaca diajak memahami pentingnya peran pemerintah pusat dalam memandu daerah melalui instrumen kebijakan yang terukur, terarah, dan bersinergi, agar pembangunan berjalan konsisten dalam kerangka NKRI.
Ditulis oleh pengamat politik yang berpengalaman, buku ini tidak sekadar mengkritik, tetapi menawarkan cara pandang yang lebih substansial tentang desentralisasi dan tata kelola pemerintahan.
Analisisnya relevan, kontekstual, dan berpijak pada realitas politik Indonesia, sehingga mampu membuka kesadaran pembaca tentang mengapa praktik pemerintahan sering melenceng dari cita-cita good governance.
Jika Anda peduli pada masa depan pemerintahan Indonesia yang bersih, efektif, dan tidak salah urus, buku ini layak Anda baca.
Cocok bagi pemerhati politik, akademisi, mahasiswa, aparatur negara, maupun masyarakat umum yang menginginkan negara hadir secara benar dan bertanggung jawab.
Saatnya memahami masalahnya, agar perubahan bisa dimulai.