Jika rezeki sudah dijamin Allah, mengapa kita masih harus bersusah payah bekerja?
Pertanyaan ini sering muncul diam-diam, melemahkan semangat, dan membuat banyak orang terjebak antara pasrah tanpa usaha atau bekerja tanpa ketenangan batin.
Buku Psikologi Rezeki mengajak Anda menyelami kembali makna tawakkal yang sesungguhnya.
Bukan sikap pasif yang menunggu keajaiban, melainkan kepasrahan aktif yang menyatu dengan ikhtiar.
Melalui sudut pandang psikologi Islami, buku ini membuka cara pandang baru tentang hubungan antara usaha manusia dan jaminan rezeki dari Allah.
Di setiap kerja keras yang dijalani, tersimpan pesan spiritual yang menenangkan jiwa.
Anda diajak memahami bahwa bekerja bukanlah bentuk keraguan pada takdir, tetapi bagian dari adab hamba dalam menjemput rezeki.
Dengan hati yang syukur dan keyakinan yang lurus, aktivitas mencari nafkah berubah menjadi ibadah yang bermakna.
Disampaikan dengan bahasa yang reflektif, memotivasi, dan penuh renungan, buku ini menuntun pembaca menemukan harmoni antara ikhtiar dan tawakkal.
Pandangan Imam Al-Muhasibi menghadirkan kebijaksanaan klasik yang tetap relevan untuk kehidupan modern, terutama bagi mereka yang ingin bekerja dengan tenang tanpa kehilangan arah spiritual.
Jika Anda ingin menjalani hidup yang produktif tanpa gelisah, bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa merasa jauh dari Allah, buku ini adalah panduan yang tepat.
Miliki Psikologi Rezeki sekarang, dan temukan bahwa bekerja adalah ibadah, sementara tawakkal adalah cahaya yang menerangi setiap langkah perjuangan hidup.